heterotrigona_itama
Tampilkan postingan dengan label Ladang Trigona Kami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ladang Trigona Kami. Tampilkan semua postingan

24 Januari 2017

3 Bentuk Propolis Yang Ada di Ladang Kami

T.laeviceps

Umumnya ada tiga bentuk bangunan propolis yang yang dibangun oleh lebah trigona didalam kotak topping, yakni bentuk tangkai anggur, roti kopi, dan ros hitam. Banyak faktor yang menjadikan naluri trigona memilih bentuk-bentuk bangunan propolis tersebut. Di ladang mini saya ternyata bentuk ketiganya muncul di beberapa stup yang ada, pada stup nomor 10 terbentuk model bangunan propolis di kotak topping menyerupai tangkai anggur, pada stup nomor 1 terbentuk model bangunan propolis menyerupai ros hitam, dan pada stup nomor 3 terbentuk model bangunan propolis menyerupai roti kopi yang sudah terbuka tutup atasnya.

Hasil pengamatan saya:
  • Jika ukuran tinggi kotak topping pendek sekitar 5 cm (seperti stup no. 10) akan terbentuk bangunan propolis yang ideal yakni bentuk tangkai anggur.
  • Jika ukuran tinggi kotak topping lebih tinggi dari 5 cm, misal 10-15 (seperti stup no. 1 dan 3) cenderung akan terbentuk bangunan propolis seperti ros hitam atau roti kopi.
  • Jika menginginkan brood cell terbentuk di kotak topping maka ukuran tinggi kotak topping harus lebih tinggi atau sama dengan 10 cm (seperti stup 3)
  • Bentuk bangunan propolis seperti ros hitam atau roti kopi bisa juga disebabkan keadaan koloni trigona yang merasa tidak nyaman atau terancam
bentuk_propolis

20 Januari 2017

Panen Propolis Yang Terlambat

propolis

Panen propolis yang terlambat, ternyata melelahkan... Mestinya 1-2 bulan sdh diambil, molor sampai 3 bulan. Akhirnya ketebalan propolis sangat tebal sampai 3 cm di tengah, dan yang pinggir sampai 5 cm. Tentunya sangat susah mencongkelnya, biasa pakai kapi/srap tapi sekarang harus pakai obeng yang ujungnya ditajamkan. sampai 45 menit baru kelar.

Geniotrigona thoracica adalah salah satu jenis kelulut yang meproduksi propolis sangat melimpah. Jenis stingless bee ini benar-benar memanfaatkan propolis untuk pertahanan sarangnya dari gangguan dari luar. Peternak lebah jenis ini harus rutin memanen propolis, agar dalam mengambil propolis lebih mudah karena ketebalan propolis masih relatif tipis, cukup dengan kapi/skrap saja cara memanennya. Namun jika terlalu lama tidak memanen propolis, akibatnya propolis akan semakin tebal tentu hal ini akan menyusahkan dalam memanen. Selain itu jika kita terlambat memanen propolis thoracica maka ruang tempat pot madu dan telur-telur lebah akan semakin sempit.

propolis photo propolis_zpssxrgsiri.jpg

14 Januari 2017

Membuat Sendiri Stup Trigona dari Log

kotak_koloni photo 1482395929307_zpsl6sv6kpo.jpg

Membuat sendiri stup Trigona merupakan tantangan tersendiri, terutama dalam penanganan log, karena diperlukan ketrampilan dalam membuat lubang di tengah log. Ada beberapa cara untuk membuat lubang ditengah log, ada yang menggunakan pahat ada yang menggunakan gergaji Chainsaw. Disini akan dipaparkan tahap demi tahap cara membuat stup (rumah) lebah trigona.

Hive

Tahapan Pembuatan:

Tahap 1 : Sediakan log dengan ukuran diameter 20-30 cm dan panjang 25-50 cm. Ukuran yang ideal untuk jenis Heterotrigona itama adalah diamter 25 cm panjang 25 cm sedangkan untuk jenis Geniotrigona thoracica adalah diameter 30 cm panjang 50 cm. Dalam gambar diatas adalah log untuk itama, diameter 25 cm dan panjang 25 cm, dibuat lubang ditengahnya dengan ukuran diameter 15 cm serta kedalaman 15 cm.

Tahap 2 : Pembuatan topping, dari bahan papan dengan ketebalan 2 cm. Ukuran yang bisa dipakai adalah panjang 30 cm lebar 30 cm serta tinggi 15 cm, dengan dilubangi tengahnya dengan diamter 10 cm.

Tahap 3 : Pembuatan tutup topping. Agar log dan topping tidak kepanasan serta kehujanan, tutup ini difungsikan juga sebagai atap yang menyerupai atap rumah.

Tahap 4 : Rangkai jadi satu antara log, topping, dan tutupnya sehingga terbentuk stup atau hive (rumah) lengkap.

Semoga sedikit pengetahuan ini, bermanfaat bagi para pelestari trigona...

26 Desember 2016

Menjebak Trigona Laeviceps

T.laeviceps

Tetragonula laeviceps ditemukan oleh Smith pada tahun 1857, bila dilihat dari penemuannya trigona laeviceps yang termasuk dalam sub genus Tetragonula ini merupakan lebah trigona yang sudah sangat lama ditemukan dan berhasil di identifikasi di muka bumi ini. Lebah Trigona jenis ini ukuran tubuhnya standar, berada pada strata sedang dalam kerajaan lebah trigona. Jenis laeviceps inilah yang populasinya masih cukup banyak di pulau Jawa dan Kalimantan.

Lebah tak bersengat jenis ini agak mudah ditemukan di berbagai lokasi, di pondasi bangunan, di penyangga atap rumah, di pagar batako, di pipa pembuangan air, di areal perkebunan maupun di wilayah hutan. Trigona laeviceps merupakan jenis trigona yang sangat tangguh bila dibanding jenis lebah trigona lainnya. Dia mampu hidup di daerah yang miskin pakan, bahkan sering pula ditemukan hidup di wilayah yang bersuhu ekstrim seperti di tempat kami Balikpapan.

Untuk mendapatkan koloni lebah jenis ini, biasanya para pemburu akan menebang pohon, memotong penyangga atap rumah, atau membongkar pondasi tempat bersarangnya laeviceps ini. Hal ini sangat disayangkan, karena untuk mendapatkan koloni laeviceps secara cepat tapi memakai cara yang tidak ramah lingkungan.

Untuk menambah jumlah koloni pada ladang peternakan kami, perlu melakukan pencarian koloni trigona dengan cara-cara yang ramah lingkungan, yakni dengan cara menjebak sekumpulan lebah yang bersarang baik di batang pohon maupun di sekitar perumahan penduduk.

Adapun peralatan yang diperlukan adalah kotak kayu ukuran 15x15x25 cm, bagian depan dilubangi sebesar jari telunjuk dan diolesi propolis. Bagian belakang dilubangi sebesar 3/4" untuk disambung dengan pipa pvc 3/4". Ujung pipa pvc 3/4" di buat untuk menutup pintu masuk koloni laeviceps yang bersarang misalnya di pondasi, di batang pohon, dll. Sehingga untuk memasuki sarang koloni lebah akan melewati pintu yang ada di kotak kayu terlebih dahulu. Seperti dalam foto berikut ini....

jebakan_laeviceps

Lama kelamaan, sekitar 1 minggu untuk koloni laeviceps akan membangun sarang di kotak. Ditandai dengan membangun pintu masuk menyerupai corong yang terbuat dari propolis. Setelah dirasa cukup banyak koloni lebah yg tinggal di dalam kotak kayu, menjelang malam pintu masuk bisa ditutup dan kotak bisa dipindahkan. Cara ini dapat digunakan juga untuk menjebak trigona jenis lainnya, seperti Tetragonula iridipennis, Heterotrigona itama, dsb.

Semoga sedikit trik sederhana yang ramah lingkungan ini bisa bermanfaat untuk mengembangkan lebah trigona.... Amin

18 Juli 2016

Selamat Datang Kelulut Pertamaku

ladang_kelulut

Setelah penantian yang cukup lama, hampir 2 tahun. Akhirnya impian untuk memiliki ladang kelulut alias lebah trigona jadi kenyataan. Setelah lebaran, pas pada hari selasa tanggal 12 Juli 2016 jam 04.00 wita telah tiba dengan selamat 11 log koloni trigona yang kami pesan dari kota Barabai Kalimantan Selatan. Alhamdulillah, setelah melalui perjalanan darat yang cukup jauh, dengan lama perjalanan kurang lebih 9 jam, mulai start dari Barabai setelah magrib dan sampai di Balikpapan sebelum subuh.

koloni kelulut

Untuk menghindari koloni lebah stress, begitu tiba di tempat kami saat itu juga log-log koloni kami turunkan dari mobil dan langsung kami letakkan di tiang-tiang pancang, dengan dibantu penerangan dari lampu senter hp akhirnya selesai sudah penanganan awal koloni kelulut saat adzan subuh berkumandang. Pada jam 06.00 lubang pintu (entrance) kelulut pada tiap-tiap log sudah mulai dibuka oleh koloni kelulut, yang selama dalam perjalanan sengaja di tutup oleh pengantar. Begitu matahari mulai muncul satu persatu kawanan kelulut beterbangan dalam ladang yang baru untuk mencari dan mengumpulkan nektar, resin, dan serbuk sari yang selanjutnya akan diubahnya menjadi madu, bee pollen, dan propolis. Selamat datang kelulut pertamaku...

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...